Dalam menganalisis tentang masalah yang kian telah berlangsung sejak kian lamanya, dimana fakta di atas telah memberikan gambaran pada kita semua kemana arah pemerintahan obama 4 tahun ke depan. Yang jelas hubungan manis antara Washington-Tel Aviv tidak akan terganggu oleh pemerintahan obama. Sebaliknya, eksistensi Israel di Amerika dan Palestina akan semakin kuat sekuat dukungan Amerika.

Dan selamanya Amerika akan tetap seperti Amerika yang dulu. yang secara membabi buta akan selalu mendukung Israel. Dan akan terus memberikan bantuan dana pada Israel yang setiap tahunnya menerima dana sebesar $3 miliar. Negara yang akan terus memveto resolusi PBB yang dianggap mengancam eksistensi Israel di Palestina.

Andai saja warga Amerika mau mendengar dan menjalankan ramalan Benjamin Franklin tahun 1789, mungkin Amerika, palestina, dan dunia tidak akan segelap sekarang. Dia mengingatkan akan bahaya yang akan ditimbulkan oleh yahudi di kemudian hari jika mereka dibiarkan berada di Amerika.

Benjamin menuliskan peringatannya sebagai berikut: “Di sana ada bahaya besar yang mengancam Amerika. Bahaya itu adalah orang-orang yahudi. Di bumi manapun orang yahudi itu berdiam, mereka selalu menurunkan tingkat moral kejujuran dalam dunia komersial.”

Selanjutnya ia menulis: “Jika orang-orang yahudi tidak disingkirkan dari amerika dengan kekuatan undang-undang, maka dalam waktu 100 tahun mendatang mereka akan menguasai dan menghancurkan kita dengan mengganti bentuk pemerintah yang telah kita perjuangkan dengan darah, nyawa, harta, dan kemerdekaan pribadi kita”

Sekarang ramalan tersebut telah terbukti. Sehingga sulit bagi kita mengharapkan obama menyelesaikan konflik di timur tengah khususnya Palestina secara bijak apalagi yang sifatnya menguntungkan palestina. Setiap gerak-gerik dan kebijakannya akan selalu diawasi sepenuhnya oleh lobi Israel. Tangan-tangan gurita lobi segera akan memotong seluruh kebijakan obama yang dianggap merugikan Israel.

Memberikan solusi positif bagi palestina yang sifatnya menguntungkan palestina umumnya dan Pemerintahan Hamas khususnya berarti akan mengancam eksistensi Israel. Dan itu tidak akan pernah bisa dibiarkan oleh lobi-lobi israel di Washington. Obama harus membayar mahal akan dukungan Israel padanya dalam rangka membantunya menjadi orang nomor satu Amerika. Jika tidak, bersiaplah untuk menerima konsekuensinya.

Pendeknya, berharap pada obama sama seperti mengharap oase di padang gurun. Obama akan terlebih dahulu membayar “hutang” pada para pendukungnya yang telah mengantarkan menjadi presiden ketimbang urusan lain. Dan itu akan terus berlanjut pada presiden-presiden pasca obama sampai lobi yahudi benar-benar hilang dari Amerika sebagaimana harapan Bejamin Franklin. Semoga.

Terima Kasih

{ Arsenia R. Amaral Da Cruz }